Barunastra ITS Harumkan Nama Indonesia Lewat Juara International RoboBoat Competition

Sekretariat

2/28/20262 min read

Florida, Amerika Serikat – Tim Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui partisipasinya dalam International RoboBoat Competition yang berlangsung di Nathan Benderson Park, Florida, Amerika Serikat, pada 19–24 Februari 2026. Ajang bergengsi ini merupakan kompetisi pengembangan Autonomous Surface Vehicle (ASV), yaitu kapal tanpa awak yang dirancang untuk beroperasi secara mandiri dengan dukungan sensor, sistem kendali terprogram, serta algoritma navigasi cerdas. (28/2/2026)

Dalam kompetisi yang diikuti 36 tim dari 10 negara tersebut, Barunastra ITS tampil impresif melalui kapal andalannya, Nala Ares Mark II. Konsistensi performa sejak tahap awal hingga akhir perlombaan mengantarkan tim ini meraih Juara 1 pada dua kategori utama, yakni Autonomy Challenge serta Design and Documentation. Capaian tersebut sekaligus menempatkan Barunastra ITS sebagai Grand Champion, menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih kategori inti. Tidak hanya itu, kualitas laporan teknis yang komprehensif dan sistematis juga mengantarkan mereka meraih penghargaan Best Technical Design Report dari dewan juri.

Kompetisi RoboBoat dikenal sebagai salah satu ajang ASV paling kompetitif di dunia. Setiap peserta diuji dalam menjalankan misi di perairan terbuka secara otonom, mulai dari ketepatan navigasi, stabilitas sistem, hingga ketangguhan dalam merespons dinamika lapangan. Sejumlah universitas teknologi ternama dunia turut ambil bagian, di antaranya Massachusetts Institute of Technology, Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology, bersama berbagai institusi lain dari Amerika, Eropa, dan Asia.

Pada edisi 2026, kategori Autonomy Challenge mengangkat tema “Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief”, sebuah simulasi kondisi pelabuhan pascabencana. Dalam skenario ini, kapal otonom dituntut mampu menjalankan serangkaian misi secara independen, seperti menavigasi jalur evakuasi (Evacuation Route & Return), melakukan pemindaian dan deteksi korban di antara puing (Debris Clearance), bergerak cepat dalam situasi darurat (Emergency Response Sprint), mendistribusikan bantuan logistik secara presisi (Supply Drop), menemukan lokasi sandar aman dan melakukan docking (Navigate the Marina), hingga merespons sinyal darurat berbasis suara yang mengharuskan perubahan zona operasi secara otomatis (Harbor Alert).

Rangkaian tantangan tersebut menguji kemampuan sistem dalam membaca lingkungan, memproses data secara real time, serta mengambil keputusan cepat di tengah kondisi yang terus berubah. Keunggulan Barunastra ITS terlihat dari stabilitas performa kapal serta integrasi perangkat lunak dan perangkat keras yang berjalan optimal sepanjang misi.

Keberhasilan di Autonomy Challenge diperkuat oleh kemenangan pada kategori Design and Documentation. Pada kategori ini, penilaian mencakup keseluruhan proses rekayasa, mulai dari perumusan konsep, desain teknis, integrasi sistem, pengujian, hingga penyusunan laporan dan dokumentasi digital. Aspek presentasi melalui video pengembangan serta website resmi tim juga menjadi bagian penting dalam evaluasi dewan juri.

BERITA TERBARU

Prestasi tersebut lahir dari proses persiapan intensif yang dilakukan di lingkungan kampus ITS melalui serangkaian evaluasi dan penyempurnaan sistem sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat. Pengembangan kapal melibatkan kolaborasi multidisiplin, dengan delegasi inti berasal dari mahasiswa Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, Teknik Informatika, Teknik Sistem Perkapalan, dan Teknik Perkapalan. Selain itu, kontribusi juga datang dari berbagai departemen lain seperti Teknik Sipil, Teknik Komputer, Teknik Elektro Otomasi, Teknik Mesin, Teknik Transportasi Laut, serta Sistem Informasi.

Dukungan sponsor, peran aktif IKOMA ITS, serta pendampingan penuh dari pihak kampus turut menjadi faktor penting dalam perjalanan tim hingga mampu tampil maksimal di panggung internasional. Sinergi tersebut memperkuat fondasi riset dan inovasi yang dibangun secara kolektif oleh mahasiswa.

Partisipasi dan kemenangan Barunastra ITS dalam International RoboBoat Competition 2026 menjadi bukti bahwa inovasi kapal tanpa awak karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing secara global. Pencapaian ini sekaligus mempertegas kontribusi generasi muda dalam pengembangan teknologi maritim berbasis sistem otonom, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan jejaring internasional di masa mendatang.