PRSI Audiensi dengan Staf Khusus Menteri ESDM, Dorong Generasi Energi Masa Depan Berbasis Robotika dan AI

Admin

5/4/20262 min read

Jakarta — Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melakukan audiensi dengan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (4/5), guna mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi berbasis teknologi masa depan.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh M. Pradana Indraputra, S.E., M.E bersama jajaran tim Staf Khusus Menteri ESDM. Dari pihak PRSI, hadir Ketua Umum Wahyu Hidayat serta Wakil Sekretaris Jenderal Muhama Ied.

Dalam pertemuan tersebut, PRSI memaparkan gagasan strategis bertajuk “Membangun Generasi Energi Masa Depan Berbasis Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Rangka Menuju Indonesia Mandiri Energi.” Gagasan ini menekankan pentingnya kesiapan SDM yang tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menciptakan dan mengelola teknologi energi di masa depan.

PRSI menyoroti sejumlah tantangan utama, mulai dari ketahanan energi nasional, distribusi energi di wilayah terpencil, hingga transisi menuju energi bersih yang membutuhkan dukungan teknologi dan SDM unggul. Selain itu, kesenjangan kompetensi di bidang teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), dan robotika dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.

Sebagai solusi, PRSI mengusulkan National Smart Renewable Energy Education Program, sebuah inisiatif pendidikan yang mengintegrasikan energi terbarukan, robotika, dan kecerdasan buatan (AI) dalam satu ekosistem pembelajaran berbasis praktik di sekolah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif besar “Robotika untuk Negeri”, yang bertujuan mengakselerasi pemerataan pembelajaran robotika di seluruh Indonesia sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing global sebagai fondasi kuat dalam menyongsong era Indonesia 4.0.

Dalam paparannya, Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia sangat ditentukan oleh kesiapan generasi mudanya dalam menguasai teknologi.

“Indonesia tidak hanya membutuhkan energi yang berkelanjutan, tetapi juga generasi yang mampu mengelola dan menciptakan teknologi energi itu sendiri. Melalui pendekatan berbasis robotika dan AI, kami ingin memastikan bahwa anak-anak Indonesia sejak dini tidak hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta solusi energi masa depan. Ini adalah langkah strategis menuju Indonesia yang mandiri energi,” ujar Wahyu Hidayat.

Program ini dirancang tidak sekadar berbasis teori, tetapi juga implementatif. Siswa didorong untuk mampu menciptakan berbagai solusi teknologi seperti solar tracking system, sistem monitoring energi pintar, hingga sistem irigasi berbasis AI. Sekolah pun diarahkan menjadi mini smart energy lab sebagai pusat inovasi energi berbasis pendidikan.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM M. Pradana Indraputra menyambut baik inisiatif yang disampaikan PRSI. Ia menilai program tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong transisi energi dan penguatan SDM berbasis teknologi.

BERITA TERBARU

“Kementerian ESDM pada prinsipnya siap mendukung program ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan SDM unggul di sektor energi. Tentu dukungan tersebut akan dilakukan melalui langkah-langkah strategis yang terukur, agar tujuan besar seperti kemandirian energi dan penguatan kapasitas teknologi nasional dapat tercapai secara optimal,” ungkap M. Pradana Indraputra.

Dari sisi implementasi, PRSI menawarkan model bertahap yang dimulai dari tahap percontohan di 50 sekolah, kemudian diperluas ke ratusan hingga ribuan sekolah di seluruh Indonesia. PRSI juga menyatakan kesiapan untuk menjadi pelaksana utama program dengan dukungan jaringan robotika nasional, pengalaman pelatihan dan kompetisi, serta kapasitas teknis di lapangan.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan dalam menciptakan generasi muda Indonesia yang unggul di bidang energi dan teknologi.

Program ini tidak hanya dipandang sebagai inisiatif pendidikan semata, tetapi sebagai fondasi jangka panjang menuju Indonesia yang mandiri energi dan berdaya saing global.