PRSI, Setwapres, dan Kemenag Matangkan Peluncuran Program Robotika untuk Negeri bagi Pesantren
Sekretariat
10/21/20262 min read



JAKARTA — Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) bersama Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) dan Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan peluncuran program Robotika untuk Negeri. Rapat berlangsung di Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat beserta jajaran, Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya beserta jajaran, serta Direktur Pemberdayaan Pesantren Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Yusi Damayanti.
Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan program pembelajaran robotika bagi santri sebagai upaya memperkuat literasi digital, mendorong pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta memperluas akses pembelajaran dan pelatihan teknologi di lingkungan pesantren.
Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat mengatakan, program Robotika untuk Negeri merupakan bagian dari komitmen PRSI untuk memperluas kesempatan belajar teknologi bagi generasi muda Indonesia, termasuk para santri yang memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang sains dan teknologi.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak. Melalui program Robotika untuk Negeri, kami ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi para santri untuk mengenal, mempelajari, dan menguasai teknologi, khususnya robotika. Kami ingin memastikan bahwa santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama yang kuat, tetapi juga keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Wahyu.
Menurutnya, pengembangan pendidikan robotika di pesantren tidak sekadar memperkenalkan perangkat dan cara kerja robot, tetapi juga membangun pola pikir komputasional, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, serta inovasi di kalangan santri.
PRSI juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga pengajar di lingkungan pesantren agar pembelajaran robotika dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, pesantren diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan teknologi nasional.
BERITA TERBARU
“Bagi PRSI, pemerataan akses teknologi merupakan hal yang sangat penting. Kami ingin robotika tidak hanya dapat dipelajari di sekolah-sekolah tertentu, tetapi juga hadir di pesantren dan berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Santri harus memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi generasi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna,” tambah Wahyu.
Melalui sinergi PRSI, Sekretariat Wakil Presiden, dan Kementerian Agama RI, program Robotika untuk Negeri diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, memperkecil kesenjangan akses pembelajaran teknologi, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.




PRSI
Persatuan Robotika Seluruh Indonesia
Jl. Pangeran Jayakarta No.12, RT.8/RW.9, Mangga Dua Sel., Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
+62 8161607771
prsipusat@gmail.com
Alamat
Kontak
